4 Lemari Minimalis yang Multifungsi dan Nggak Bikin Sempit

Lemari minimalis – Readers, lemari menjadi salah satu kebutuhan furniture yang masuk dalam kategori utama di rumah, benar tidak? Tanpa adanya lemari, barang-barang akan berantakan. Pakaian tidak bisa disimpan dengan rapi. Kondisi ruangan bisa saja jadi sumpek dan mengurangi kesan indah. Kamu pun mungkin akan merasa kurang nyaman.

Tapi menggunakan lemari juga tidak bisa sembarangan ya. Jangan sampai salah pilih! Misal memilih yang ukuran besar padahal ruangan berukuran kecil, atau desainnya kurang bisa memenuhi kebutuhan storage kita di rumah. Nah, kali ini Interior Loka akan memberikan ide 4 lemari minimalis yang multifungsi dan nggak bikin sempit. Langsung saja simak ulasan berikut ini yuk!

1.    Lemari Minimalis Model Built-In

Lemari model built-in menjadi pilihan pertama untuk membuat ruangan tetap luas. Bagian cabinet akan tertanam pada dinding. Biasanya lemari akan di custom secara khusus, dimana terdapat dimensi ruang di bagian dinding.

www.interiorloka.com

Desain lemari sangatlah multifungsi, sebab menyatu dengan meja belajar serta beberapa storage tambahan untuk menyimpan buku. Ada pula tempat penyimpanan pakaian dan barang lain, bahkan sangat maksimal karena dibuat full sampai plafon.

Gimana, apakah desainnya cocok untukmu?

2.    Lemari Minimalis dengan Cermin

Cermin menjadi salah satu trik ilusi untuk membuat ruangan terasa lebih luas. Jadi, membuat lemari dengan cermin besar bisa menjadi alternative selanjutnya.

www.interiorloka.com

Ukuran lemari besar pun tak akan menjadi masalah. Bahkan kamu bisa memaksimalkan fungsi lemari itu sendiri. Bagian pintunya sangat disarankan untuk menggunakan sliding atau digeser, sehingga saat membukanya tidak terlalu memakan tempat.

3.    Lemari Minimalis Terbuka dan Full Plafon

Bila kamu ingin mendapatkan keuntungan yang sama seperti lemari built-ini namun budget cukup terbatas, kamu bisa coba menerapkan konsep lemari terbuka dengan ketinggian full sampai plafon. Penggunaanya lebih praktis karena tidak ada pintu. Di samping itu, bila memungkinkan untuk dibuat built-in maka tidak akan terlalu memakan banyak space.

www.interiorloka.com

Ada hal yang perlu diperhatikan juga, bila kamu menggunakan lemari untuk menyimpan pakaian maka kamu harus memastikan kalau pakaian tertata dengan rapi. Sebab bila berantakan tentu akan membuat suasana ruangan jadi tidak nyaman. Begitu juga bila digunakan untuk menyimpan buku atau dekorasi tambahan.

4.    Lemari dengan Space Penyimpanan yang Terbagi Sesuai Kebutuhan

Desain pilihan lemari minimalis selanjutnya akan sangat bergantung pada kebutuhanmu. Dimana kamu harus menentukan dulu akan digunakan untuk apa saja lemari tersebut? Apakah untuk menyimpan pakaian? Bila iya, apakah kamu membutuhkan space hanger atau hanya untuk baju yang dilipat? Lalu, apakah perlu ada laci tambahan? 

www.interiorloka.com

Bila soal kebutuhan sudah terjawab maka kamu akan lebih mudah menemukan desain lemari yang pas.Sayangnya untuk menemukan barang jadi pastinya akan sulit. Sehingga sangat disarankan agar kamu bisa custom pada jasa interior.

Material yang Bisa Digunakan untuk Membuat Lemari Minimalis

Nah, readers itulah beberapa rekomendasi 4 lemari minimalis dari Interior Loka. Namun bukan hanya soal desain saja yang penting diperhatikan, pemilihan material pun harus dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa material yang biasa dipakai untuk membuat lemari.

1.    Blockboard

Jenis material pertama adalah blockboard yang merupakan material kayu olahan. Tersusun dari balok kayu lunak lalu dilapisi oleh multipleks, kurang lebih yang memiliki ketebalan 20-30 mm pada bagian tengahnya. Sementara pada bagian atas dan bawah blockboard dilapisi oleh veneer kayu, sehingga bila dilihat bagian permukaannya nampak halus dan mengkilap.

2.    Multipleks

Jenis kayu olah yang juga biasa digunakan untuk furniture adalah multipleks. Tersusun dari beberapa lembaran kayu lalu direkatkan dengan tekanan yang cukup tinggi. Awalnya berbentuk batang kayu, lalu dilunakkan dalam sebuah mesin uap. Selanjutnya dimasukkan ke dalam mesin bubut untuk dipotong menjadi lembaran kayu atau lapisan. Untuk ketebalannya akan beragam, mulai dari 1 mm sampai dengan 4 mm.

Agar tiap lapisannya kuat, bagian lembaran-lembaran kayu akan ditumpuk bersama dengan partikel kayu. Di samping itu ada juga tambahan lem khusus untuk merekatkan tiap lapisan. Bila sudah menggunakan lem barulah direkatkan kembali menggunakan tekanan tinggi. Proses inilah yang membuat kayu multipleks terbilang lebih kuat bila dibandingkan jenis kayu olahan lain.

3.    Particle Board

Jenis material particle board pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kayu lapis modern yang disebut plywood. Dimana bahan baku utamanya adalah potongan kayu atau veneer yang mempunyai ketebalan di bawah 3 mm, lalu direkatkan secara bersamaan. Pada umumnya menggunakan mesin press bertekanan tinggi dan adhesive. Nah, hasilnya nanti akan menjadi potongan kayu lapis yang terbuat dari berbagai macam ukuran dan bisa diolah lebih lanjut untuk berbagai kebutuhan furniture.

Biasanya particle board akan dijadikan alternatif pilihan material yang lebih ekonomis karena menggunakan berbagai kombinasi bahan daur ulang. Seperti serpihan kayu, serbuk kayu serta potongan kayu yang dikompres bersamaan. Hanya saja bila membandingkan kekuatan dengan beberapa material sebelumnya, jenis particle board tidak terlalu kuat. Bahkan bila berada di dalam kondisi ruangan yang lembab akan mudah rusak.

4.    MDF

Material MDF atau singkatan dari medium-density fibreboard merupakan papan kayu yang terbuat dari serpihan kayu lalu diolah sampai menjadi padat. Harga material ini sangatlah ekonomis bila dibandingkan dengan multipleks atau blockboard. Kenapa bisa lebih murah? Karena bahan baku utamanya berasal dari sisa potongan kayu. Bahkan ada juga yang berasal dari serbuk gergaji yang dipadatkan. MDF juga mudah dipotong hingga dibentuk. Itulah kenapa banyak furniture yang menggunakan material satu ini.

Hanya saja, kekurangan MDF adalah mudah menyerap air. Sehingga tidak akan bisa bertahan dalam kondisi ruangan yang lembab. Sifatnya seperti spons, membuatmu harus ekstra hati-hati menerapkan furniture yang menggunakan material MDF.

Pada dasarnya tiap material memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Harga lebih tinggi akan sebanding dengan kualitas, begitu juga dengan harga yang lebih rendah. Tinggal kamu tentukan saja mana yang akan jadi material pilihanmu.

Oke readers, itulah pembahasan mengenai lemari minimalis dan material yang biasanya digunakan. Bila artikel ini bermanfaat jangan lupa share ya! 😊

Nabilah Kautsar

Freelance Content Writer & Social Media Specialist

Tinggalkan Balasan