Burnout Akibat Work From Home? Ini Cara Menata Ruang agar Lebih Nyaman

Burnout Akibat Work From Home? Ini Cara Menata Ruang agar Lebih Nyaman

Work From Home (WFH) memang punya banyak keuntungan, tidak perlu menghadapi macet, lebih fleksibel, dan bisa bekerja dari rumah. Tapi, pernah merasa baru membuka laptop saja sudah lelah? Atau jam kerja sudah selesai, tetapi pikiran masih terus memikirkan pekerjaan?

Bisa jadi bukan hanya pekerjaan yang membuat kamu penat, tetapi juga ruang kerja yang kurang mendukung.

Baca Juga: 9 Ide Meja Rias Cantik dengan Cermin yang Bisa Jadi Focal Point Kamar

WHO dan ILO menyebutkan bahwa teleworking yang tidak direncanakan dengan baik dapat berkaitan dengan berbagai risiko, termasuk burnout, isolasi, mata lelah, terlalu lama duduk, hingga masalah muskuloskeletal.

Kabar baiknya, kamu tidak selalu membutuhkan ruang besar untuk menciptakan home office yang lebih nyaman. Dengan penataan yang tepat, sudut kecil di rumah pun bisa terasa jauh lebih menyenangkan untuk bekerja.


1. Pisahkan Area Kerja dan Area Istirahat

Pisahkan Area Kerja dan Area Istirahat

Salah satu tantangan terbesar WFH adalah batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi kabur.

Laptop di atas kasur, meeting sambil rebahan, lalu masih membuka email ketika sudah waktunya tidur, terdengar familiar?

Cobalah membuat batas visual antara area kerja dan area istirahat. Tidak harus menggunakan ruangan khusus. Kamu bisa memanfaatkan:

  • Partisi minimalis
  • Rak terbuka
  • Karpet sebagai penanda area
  • Meja kerja yang ditempatkan di sudut ruangan
  • Perbedaan warna atau material dinding

Ketika pekerjaan selesai, area kerja bisa ditutup secara visual sehingga rumah kembali terasa sebagai tempat beristirahat.


2. Pilih Kursi yang Mendukung Tubuh

Jangan meremehkan kursi kerja. Duduk berjam-jam di kursi makan, sofa, atau bahkan kasur mungkin terasa nyaman di awal, tetapi posisi tersebut dapat membuat tubuh cepat pegal. 

CDC/NIOSH menyarankan area kerja yang mendukung postur, termasuk kursi yang memungkinkan kaki menapak dengan baik dan punggung mendapat dukungan.

Pilih kursi dengan:

  • Dukungan punggung yang baik
  • Ketinggian yang sesuai dengan meja
  • Sandaran tangan jika memungkinkan
  • Posisi duduk yang membuat kaki dapat menapak

Tambahkan cushion atau footrest bila diperlukan agar posisi duduk lebih nyaman.


3. Manfaatkan Cahaya Alami

Ruangan yang gelap bisa membuat suasana bekerja terasa semakin berat. Jika memungkinkan, letakkan meja kerja di dekat sumber cahaya alami. Namun, jangan sampai layar laptop berhadapan langsung dengan cahaya yang menimbulkan silau.

Untuk sore atau malam hari, gunakan task lighting atau lampu meja agar area kerja tetap terang tanpa membuat mata bekerja terlalu keras. Studi mengenai pencahayaan home office juga menunjukkan bahwa kondisi cahaya, daylight, dan task lighting merupakan bagian penting dalam ergonomi ruang kerja.

Tips interior: gunakan tirai sheer agar cahaya matahari tetap masuk dengan lembut tanpa membuat ruangan terlalu menyilaukan.


4. Jangan Biarkan Meja Kerja Terlalu Penuh

Meja penuh gelas, kabel, dokumen, dan barang random bisa membuat ruang terasa lebih semrawut.

Gunakan prinsip sederhana:

Yang sering digunakan → dekat.

Yang jarang digunakan → disimpan.

Manfaatkan laci, organizer, kabinet kecil, atau floating shelf untuk mengurangi barang yang berserakan di atas meja.

Ruang yang lebih rapi bukan berarti harus terlihat kosong. Justru, kamu bisa menambahkan beberapa elemen dekoratif seperti tanaman indoor, artwork kecil, atau aksesori meja agar tetap terasa personal.


5. Tambahkan Tanaman untuk Membuat Ruang Lebih Hidup

Home office tidak harus terasa seperti kantor formal. Tambahkan tanaman indoor seperti monstera, sirih gading, atau tanaman berukuran kecil di atas meja. Kehadiran elemen natural dapat membuat suasana ruang terasa lebih segar dan tidak monoton.

Kamu juga bisa menggunakan material bernuansa natural seperti kayu, rotan, linen, atau warna earthy untuk menciptakan suasana yang lebih hangat.

Baca Juga: Cara Merawat Meja Dapur Granit agar Tetap Bersih, Mengilap, dan Awet


6. Gunakan Warna yang Menenangkan

Warna memiliki peran besar dalam membangun karakter sebuah ruangan.

Untuk home office, kamu bisa memilih warna seperti:

  • Beige
  • Cream
  • Putih Hangat
  • Hijau sage
  • Biru lembut
  • Warna kayu natural

Tidak perlu mengecat seluruh ruangan. Satu bidang dinding sebagai accent wall sudah cukup untuk memberikan karakter tanpa membuat ruang terasa berlebihan.


7. Buat Ruang Kerja Terasa “Milik Kamu”

Home office yang nyaman bukan hanya soal ergonomi, tetapi juga soal personalitas. Tambahkan benda yang membuat kamu merasa nyaman, misalnya foto keluarga, artwork favorit, koleksi kecil, atau papan inspirasi.

Namun, tetap jaga keseimbangan. Terlalu banyak dekorasi justru bisa membuat area kerja terasa penuh dan mengganggu fokus.


8. Sisakan Ruang untuk Bergerak

Jangan membuat meja dan furnitur terlalu mepet satu sama lain. Sisakan area yang cukup untuk berdiri, berjalan, atau melakukan stretching singkat. CDC/NIOSH juga menyarankan agar posisi tubuh tidak terus-menerus statis dan memberikan jeda dari duduk dalam waktu lama.

Jadi, desain home office yang baik bukan hanya terlihat cantik di foto, tetapi juga mendukung aktivitasmu sepanjang hari.


9. Ciptakan “Mode Pulang” Setelah Jam Kerja

Ini salah satu trik sederhana yang sering terlupakan. Ketika jam kerja selesai, lakukan ritual kecil untuk menandai bahwa pekerjaan telah berakhir:

Tutup laptop → rapikan meja → matikan lampu kerja → tinggalkan area kerja.

Jika memungkinkan, gunakan pencahayaan berbeda untuk siang dan malam. Dengan begitu, suasana ruangan ikut berubah dari work mode menjadi rest mode.

WHO juga menekankan pentingnya pengaturan kerja yang jelas, waktu istirahat yang cukup, serta hak untuk benar-benar disconnect dari pekerjaan.


Home Office Nyaman Dimulai dari Desain yang Tepat

Burnout tentu tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengganti meja atau mengecat dinding. Beban kerja, jam kerja, dukungan di tempat kerja, dan berbagai faktor lainnya juga berperan dalam kesehatan mental. 

WHO menempatkan beban kerja, kondisi fisik, kontrol terhadap pekerjaan, dan konflik antara pekerjaan dengan kehidupan rumah sebagai beberapa risiko yang perlu diperhatikan.

Namun, ruang yang dirancang dengan baik dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, teratur, dan mendukung rutinitas sehari-hari.

Jadi, kalau setiap hari WFH terasa semakin melelahkan, mungkin sudah waktunya melihat kembali ruang di sekitar kamu.


Mau Punya Home Office yang Nyaman Sekaligus Estetik?

Interiorloka siap membantu kamu menciptakan ruang kerja di rumah yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan, aktivitas, dan karakter ruang mu.

Inspirasi desain dan berbagai proyek Interiorloka bisa kamu lihat melalui:

📸 Instagram: https://www.instagram.com/interiorloka/

🎥 Youtubehttps://www.youtube.com/@interiorloka

Karena bekerja dari rumah seharusnya bukan berarti membawa suasana kantor ke seluruh rumah. Dengan desain yang tepat, rumah tetap bisa menjadi tempat untuk bekerja dengan nyaman sekaligus beristirahat dengan tenang.

Share This :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

Recent Post

Categories